Apa itu kafein? Kafein adalah sebuah senyawa kimia yang
dapat mempengaruhi mood, pikiran dan fisik kita. Kafein membuat kita menjadi lebih bersemangat dan bertenaga, selain
itu beberapa penelitian medis juga menunjukkan kafein
berdampak positif terhadap sistem pernapasan. Menurut Majalah Marie
Claire kafein ditunjukkan dapat meringankan gejala asma karena kafein memiliki
senyawa yang sama dengan obat asma yaitu theophylline
yang melonggarkan rongga pernapasan ke paru-paru.
Kafein juga memiliki
efek sangat positif terhadap aliran darah ke otak, yang ketika mengembang, bisa
menyebabkan sakit kepala. Karena sifat kafein yang mengerutkan rongga ini,
sehingga bisa mengurangi rasa sakit di kepala. Meminum kopi dan minuman berkafein
lain bisa membantu mengurangi resiko terkena dua tipe diabetes, berdasarkan
penemuan Ann Intern Med, yang dikutip dari edisi Januari. Sebuah penelitian
terhadap 126.000 pria dan wanita dilakukan, dan hasilnya menunjukkan kalau
mereka yang sedikit mengkonsumsi kafein atau tidak sama sekali, kemungkinan
besar beresiko terkena dua tipe diabetes dibanding yang mengkonsumsi secara
aktif.
Keuntungan lain dari
kafein adalah kemampuannya untuk mencegah atau menghentikan penyebaran kanker
kulit. Peneliti di Amerika meraih hasil ini dengan cara melakukan eksperimen
terhadap tikus yang terkena kanker kulit. Setelah kafein dimasukkan ke kulit tikus
tersebut, para peneliti menemukan kalau kafein membunuh sel kanker secara
efektif tanpa merusak kulit.
Dan yang lebih
menyenangkan adalah mengkonsumsi kafein dapat
membuat metabolisme tubuh lebih aktif bekerja, sehingga suhu tubuh akan
naik dan pembakaran lemak dapat
berlangsung lebih baik, oleh sebab itu kebanyakan pembakar
lemak thermogenik akan menyertakan kafein dalam kandungan utama nya.
Lalu apa dampak negatif kafein?
Disamping berbagai
manfaat yang didapatkan, kafein juga dapat memberikan efek negatif kepada
tubuh. Wanita yang paling beresiko akibat bahaya utama karena mengkonsumsi
kafein kerap dikaitkan dengan konsepsi dan kesehatan kandungan. Majalah
Marie Claire menulis, “Wanita yang menkonsumsi 250 mg kafein setiap hari
(sekitar dua dari tiga cangkir kopi) diperkirakan akan mengalami masa kehamilan
yang lebih lama dan selama masa kehamilan, mengkonsumsi kafein sebanyak lima
cangkir atau lebih sehari menggandakan resiko keguguran”.
Selain itu kafein juga dapat
menyebabkan kecanduan. Orang yang sudah kecanduan kafein akan merasa
tidak bersemangat dan tidak fokus ketika tidak mengkonsumsi zat ini. Disamping
itu kafein akan berbahaya terhadapat penderita
maag kronis sebab lambung penderita maag kronis sangat sensitif dan
tidak dapat mentolerir kafein.
Lalu apakah kita
boleh mengkonsumsi kafein? Kafein adalah zat
baik yang dapat membuat Anda lebih bersemangat melakukan pekerjaan Anda,
dan mengkonsumsi kafein secara berlebihan tidaklah bijaksana. Segala sesuatu
yang dikonsumsi secara berlebihan akan berdampak negatif terhadap tubuh, oleh
sebab itu konsumsilah kafein secukupnya untuk terus mendapatkan manfaat baik
dari kafein dan terhindar dari resiko buruk terhadap tubuh.
source : www.duniafitness.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar